Senin, 05 April 2010

Mas PAskah itu apa Sih?


Banyak yang merayakan Paskah tapitidak  tahu apa itu paskah!!!

Apakah Anda tahu tentang sejarah kata "Easter" (PASKAH)?
Easter merupakan kata bahasa Inggris yg berasal dari akar kata bahasa proto-Germanic yang memiliki arti "to rise" (atau bangkit). Dalam bahasa Jerman kontemporer kata "oest" dan dalam bahasa Inggris kata "east" -- keduanya memiliki arti Timur -- petunjuk arah saat matahari terbit (to rise -- bangkit dari kegelapan malam) di pagi hari; ini menjadi akar kata untuk "Easter".

Fakta ini tidak hanya menunjuk pada kebangkitan Yesus dari kematian, namun juga kenaikan-Nya (to rise) ke Surga dan nanti saat kita terangkat (to rise) ke surga bersama-sama dengan Yesus Kristus saat Dia datang kembali untuk menghakimi dunia.




Ada sebagian orang yang tidak percaya dan menganggap tidak benar bahwa kata "Easter" berasal dari "dewi Oestar" (Germanic) ataupun "dewi Ishtar"(Babilon). Kedua dewi ini merupakan simbol kesuburan yang
menunjukkan datangnya musim semi, kehidupan baru, dan pembaharuan. Penyimpangan kata "Ishtar" dapat dijumpai dalam Alkitab sebagai pahlawan wanita Yahudi yang bernama "Esther", yang mengabaikan keselamatan nyawanya sendiri demi kepentingan bangsanya.


Menurut sejarah, kebangkitan Yesus merupakan saatnya bersukacita, bergembira dan penuh perayaan. Banyak gereja menggunakan warna-warna cerah untuk menghias mimbar dan altar dan biasanya warna putih dan emas. Putih melambangkan kesucian dan kebangkitan, emas melambangkan kemenangan. Beberapa gereja juga mengadakan jamuan pesta jemaat, yang mengingatkan bahwa jamuan pernikahan Anak Domba hanya dapat terjadi karena kematian Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya. Kebanyakan gereja mengulangi pernyataan yang diambil dari Injil dan telah dibakukan oleh gereja di awal abad kedua:
Dia telah bangkit! Sesungguhnya Dia telah bangkit! (He is Risen! He is Risen indeed!)

Si Naga Merah Tang Bangun dari Tidurnya


Siapa yang tak kenal dengan si Naga Merah ini? Tahukah anda bahwa akan ada 300 juta orang Cina pedesaan pindah ke kota-kota di Cina dalam lima belas tahun mulai dari sekarang? Ini akan menjadi migrasi terbesar dalam sejarah manusia. Tahukah pula anda bahwa kini Cina telah menggeser Amerika sebagai konsumen terbesar dunia untuk berbagai produk pangan, komoditas industri, kehutanan, tambang, dan energi? Ya, raksasa yang sempat tertidur itu telah bangkit. Cina tumbuh cepat dan menantang dunia. Selama kurun 1985-2005, Produk Domestik Bruto (PDB) Cina tumbuh rata-rata 9,8%.

Label “Made in China” merajai pasar industri. Cina telah memproduksi pakaian, sepatu, dan mainan anak-anak lebih banyak daripada negara lain. Dalam bidang teknologi, negara itu juga telah menjelma produsen terbesar di dunia untuk barang-barang elektronik, menghasilkan lebih banyak TV, DVD player, dan telepon seluler daripada negara lain. Tak ada negara yang memainkan permainan ekonomi dunia lebih baik daripada Cina. Cina terus merangsek naik dan bergerak cepat sehingga menjadi ahli dalam biotek dan perakitan komputer. Cinalah yang membuat komponen Boeing 757 dan mengeksplorasi angkasa luar dengan roket buatan sendiri.

Di Shanghai, telah dibangun gedung-gedung perkantoran yang lebih luas daripada semua gedung perkantoran di New York City. Hingga tahun 2005, Shanghai telah memiliki 4.000 gedung pencakar langit, dua kali lipat dari jumlah yang ada di New York. Dan akan dibangun 1.000 pencakar langit lagi hingga akhir dekade ini. Richard Burdett, profesor arsitektur dan urbanisme dari London School of Economics, berkata, “Ini adalah langkah pembangunan yang paling cepat dalam abad ini.”

Kebangkitan ekonomi Cina ini adalah suatu fenomena yang sangat penting, harus ada buku yang memotret fenomena ini. Pada tahun 2005 yang baru lalu, Penerbit Scribner menerbitkan buku China, Inc.: How the Rise of the Next Superpower Challenges America and the World karya Ted C. Fishman. Buku yang tebalnya 342 halaman ini menggambarkan bangunnya Raksasa Merah dan—dalam kecepatan yang mengejutkan—mengubah dirinya menjadi superpower berikutnya. Melalui bukunya ini, Fishman akan mengubah pandangan kita tidak hanya tentang posisi Cina di dunia, tetapi juga posisi AS yang selama ini menjadi adidaya tunggal.

Dalam China, Inc., Fishman menceritakan bagaimana negara besar yang dulunya terkungkung oleh kemiskinan dan ideologi komunisme itu menjelma pusat kekuatan kapitalisme global. Cina kini tumbuh tiga kali lebih cepat daripada AS. Hampir semua perusahaan besar dunia sekarang menjalankan operasi skala besar di Cina. Pertumbuhan Cina sebagai superpower industri ini telah mengakibatkan pergeseran besar dalam tata ekonomi global dan memengaruhi semua orang.

Menurut Fishman, dunia akan sangat terpengaruh oleh aktivitas ekonomi di Cina karena bisa jadi perusahaan-perusahaan akan meninggalkan Amerika, Eropa, dan tempat-tempat lain di dunia lalu beralih ke Cina. Ekonomi dunia juga akan terganggu jika Cina terus-menerus mampu memproduksi apa pun—komputer, mobil, jumbo jet, dan obat-obatan—dengan biaya yang lebih murah.

Untuk menulis buku ini, Fishman yang mantan wartawan itu mengunjungi langsung pabrik-pabrik, pasar, jalan-jalan, dan pertokoan di Cina tempat berlangsungnya semua aktivitas kapitalisme. Dari eksplorasinya, Fishman semakin yakin bahwa basis utama pertumbuhan ekonomi Cina yang pesat dalam kurun waktu 25 tahun ini adalah jumlah penduduknya yang sangat besar—mencapai 1,5 miliar orang. Di masa lalu, jumlah ini dipandang sebagai masalah. Sekarang seperlima penduduk dunia itu dipandang sebagai pasar yang paling besar: sebagai konsumen Citibank, Disney, Nokia, GE, Toyota, Microsoft, dan sebagainya.

Tidak seperti asumsi kebanyakan orang, Fishman menolak pernyataan bahwa Cina adalah tempat tenaga kerja termurah di dunia. Menurutnya, masih banyak negara-negara yang lebih miskin di Asia Tenggara atau Afrika yang para buruhnya bisa dibayar lebih murah. Namun, Fishman menyatakan bahwa Cina adalah lokasi industri yang paling disenangi di dunia karena wilayahnya yang relatif stabil dan menawarkan tenaga kerja industri yang dapat diandalkan, patuh, dan terampil. Semua itu membuat orang-orang Cina menjadi sumber daya alamiah yang sangat besar di muka bumi.

Buku terbaru yang memotret kebangkitan eknomi Cina adalah China Shakes The World: The Rise of a Hungry Nation karya James Kynge. James Kynge telah menjadi wartawan di Asia selama 19 tahun. Sempat menjabat sebagai Kepala Biro Cina untuk Financial Times, sekarang ia menjadi Kepala Perwakilan Pearson Group di Cina.

Buku China Shakes The World yang tebalnya 304 halaman ini tidak hanya mengungkapkan kebangkitan ekonomi Cina yang luar biasa, tetapi juga masa depan dunia akibat fenomena itu. Kynge mengatakan bahwa meskipun Cina telah menjadi kekuatan yang nyata di dunia ini, kebangkitannya sebenarnya baru saja dimulai. Dalam dekade yang akan datang kebutuhan Cina yang luar biasa akan bahan baku, energi, dan makanan akan mengubah perdagangan dunia, aliran modal, dan politik.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Orion ini, Kynge juga menunjukkan kelemahan Cina—polusi lingkungannya, krisis kepercayaan sosial, sistem finansialnya yang lemah, dan institusi pemerintahannya yang goyah. Kelemahan ini berisiko pada kegagalan ekonomi Cina. Karena banyak perusahaan multinasional berinvestasi di Cina, kegagalan ekonomi Cina atau sekadar benturan ekonomi sesaat akibat ketergesa-gesaannya menuju modernitas akan dirasakan di seluruh dunia.

Ted C. Fishman dan James Kynge menunjukkan kepada kita potret Cina menuju superpower. Buku-buku tentang kebangkitan ekonomi Cina yang mereka tulis menyadarkan kita bahwa Sang Naga telah bangkit dan membuat kita waspada akan semburan apinya

Film yang Paling Menggemparkan Masa ini


Film yang bercerita soal pertempuran dewa dalam mitologi Yunani, 'Clash of the Titans', meraih sukses besar. 'Clash of the Titans' berhasil menduduki peringkat pertama penjualan tiket bioskop di seluruh dunia.
Seperti yang dilansir oleh Reuters, Senin (5/4/2010), film yang disutradarai oleh Louis Leterrier itu meraup pendapatan sebesar US$ 64 juta atau sekitar Rp 579 miliar. Pendapatan sebanyak itu diperoleh 'Clash of the Titans' hanya di daratan Amerika Serikat (AS) dan Kanada saja sejak pertama kali diputar pada 2 April 2010 lalu.
Salah satu sebab yang membuat 'Clash of the Titans' laris di AS dan kanada karena pemutaran perdananya berdekatan dengan liburan Paskah. Film yang juga dirilis dalam format 3 dimensi (3D) tersebut juga mencetak pendapatan tinggi di 15 negara.
Seperti di Spanyol yang mencatat penjualan tiket sebesar US$ 8,6 juta (Rp 77 miliar) dalam waktu lima hari, lalu di Inggris sebanyak US$ 7,8 juta (Rp 70 miliar) dalam periode tiga hari saja dan di Korea Selatan US$ 6,8 juta (Rp 61 miliar) dalam jangka empat hari pemutaran.
Pendapatan sementara film yang dibintangi oleh Sam Worthington, Liam Neeson dan Ralph Fiennes itu mencapai US$ 108 juta (Rp 977 miliar). Angka ini akan terus naik karena 'Clash of the Titans' belum diputar di banyak negara.
Film dengan durasi sekitar 118 menit itu menghabiskan biaya pembuatan sebesar US$ 100 juta (Rp 905 miliar).
Di Indonesia 'Clash of the Titans' mulai diputar sejak 1 April 2010. Lalu sudahkah anda menyaksikan 'Clash of the Titans' di bioskop kesayangan anda? Jangan sampai terlewatkan.